Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjembatani Laboratorium dan Sajadah: Misi Tulisan Saya

 


Seringkali orang bertanya, kenapa blog pertanian ini sering menyisipkan ayat? Apakah ini blog dakwah atau blog teknis?

Jawabannya: Ini adalah keduanya, karena alam semesta tidak pernah memisahkan siapa Penciptanya dan bagaimana Cara Kerjanya.

Saya memiliki satu tujuan sederhana dengan dua sasaran berbeda lewat tulisan-tulisan ini:

1. Untuk Sahabat yang Ingin "Pulang" (Mengenal Diri & Bersyukur)

Bagi kita yang awam, kadang Tuhan terasa jauh di "langit". Padahal, jejak kebesaran-Nya ada di tanah yang kita injak.

Saya menulis tentang cacing, tentang kompos, tentang bakteri, untuk mengajak Anda berkaca.

  • Jika bakteri yang tak terlihat saja diurus rezekinya dan punya tugas spesifik, betapa berharganya diri kita manusia?

  • Tujuannya sederhana: Agar saat kita melihat tanaman tumbuh, yang terucap bukan hanya "Wah subur," tapi "Alhamdulillah, terima kasih Rabb yang menumbuhkan."

2. Untuk Sahabat Rasionalis dan Akademisi

Mungkin Anda terbiasa dengan data, jurnal, dan logika. Mungkin Anda merasa agama adalah ranah privat yang tidak ada hubungannya dengan sains.

Melalui tulisan ini, saya ingin menawarkan perspektif lain. Bahwa ayat-ayat Al-Qur'an bukanlah mantra magis, melainkan Konstatasi Universal tentang hukum alam.

  • Ketika saya bicara konsep Zero Waste, saya menyandingkannya dengan konsep Tasbih (Daur Ulang).

  • Ketika saya bicara Keseimbangan Ekosistem, saya menyandingkannya dengan konsep Mizan.

 

Sebuah Undangan untuk Merenung

Saya sadar, pendekatan ini mungkin tidak untuk semua orang.

Bagi sebagian orang yang skeptis, menghubungkan teknis biologi dengan ayat suci mungkin terdengar seperti cocokologi—sebuah upaya memaksakan kesesuaian yang tak berdasar. Dan itu hak mereka untuk berpendapat. Saya tidak sedang berusaha memenangkan perdebatan akademis di sini.

Namun, tulisan ini saya tujukan untuk mereka yang memiliki jiwa peneliti yang hening. Mereka yang seperti Maurice Bucaille—ilmuwan Prancis yang, alih-alih mencibir, justru tertegun saat menemukan betapa presisinya deskripsi alam dalam kitab suci dengan fakta sains modern.

Bagi saya, Pertanian dan Al-Qur'an bukanlah dua rel kereta yang terpisah. Keduanya berasal dari "Penulis" yang sama.

  • Al-Qur'an adalah Ayat Qauliyah (Firman yang tertulis).

  • Alam Semesta adalah Ayat Kauniyah (Firman yang terhampar).

Mustahil ada pertentangan di antara keduanya jika kita membacanya dengan ilmu yang benar dan hati yang bersih. Jika tampak tidak cocok, mungkin ilmu kitalah yang belum sampai, bukan ayatnya yang salah.

Jadi, bagi Anda yang bersedia menanggalkan jubah skeptis sejenak dan masuk ke laboratorium alam dengan rasa ingin tahu: Selamat datang.

Mari kita gali tanah ini, bukan hanya untuk mencari cacing, tapi untuk menemukan jejak kebesaran-Nya.


Posting Komentar untuk "Menjembatani Laboratorium dan Sajadah: Misi Tulisan Saya"

jasa web
🚀 Mau Punya "Aset Digital" Sendiri?
Sama seperti pertanian, bisnis di era digital butuh "lahan" yang subur.
Saya membantu UMKM dan Profesional membangun Website & Landing Page yang cepat, rapi, dan siap panen orderan.

"Jangan biarkan calon pembeli tersesat ke lapak kompetitor hanya karena Anda tidak ada di Google."
BACA LEBIH LANJUT ➝