Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cuma Modal Halaman Samping, Mas Adi Raup Jutaan Rupiah dari Bisnis Bibit Alpukat Ratu

 


Siapa sangka lahan sempit di samping rumah bisa jadi pabrik uang? Kami menelusuri jejak Mas Adi di "Kampung Jutawan" Lampung yang sukses berbisnis bibit Alpukat Ratu hingga dipercaya suplai ke BUMN. Simak review peluang usahanya di sini.

Seringkali kita berpikir bahwa pertanian sukses itu butuh lahan berhektar-hektar. Namun, jejak liputan dari channel Angga HJ kali ini mematahkan mitos tersebut. Kita diajak berkunjung ke kediaman Mas Adi di Desa Dadapan, sebuah wilayah yang dijuluki "Kampung Jutawan" karena hampir 90% warganya memiliki pohon alpukat produktif.

Mas Adi, seorang petani milenial, melihat peluang emas. Tidak hanya memanen buah, ia menyulap lahan sempit di samping rumahnya menjadi pusat pembibitan (nursery) yang menghasilkan omzet 5 hingga 10 juta rupiah per bulan.

Berikut adalah Review Bisnis dari usaha pembibitan Mas Adi:

1. Model Bisnis: Perpaduan Biji Luar & Entres Lokal

Strategi Mas Adi cukup cerdas. Ia tidak menanam dari nol sampai berbuah untuk dijual, melainkan fokus pada perbanyakan vegetatif (sambung pucuk).

  • Bahan Baku Bawah (Rootstock): Ia mendatangkan biji alpukat tua berkualitas dari Jakarta (luar pulau) untuk dijadikan batang bawah. Ini memastikan akar tanaman kuat.

  • Bahan Baku Atas (Scion/Entres): Ini kuncinya. Ia menggunakan entres (pucuk batang) dari pohon Alpukat Ratu miliknya sendiri yang sudah terbukti berbuah lebat dan berkualitas.

  • Proses: Biji disemai -> tumbuh seedling -> disambung pucuk dengan varietas Ratu -> siap jual.

2. Kualitas yang Terjamin (Quality Control)

Dalam review kami, poin terkuat dari bisnis Mas Adi adalah integritas varietas. Masalah utama pembeli bibit online adalah "beli kucing dalam karung" (bibit tidak jelas jenisnya).

Mas Adi menjamin varietasnya karena ia mengambil entres dari indukan sendiri. Ia berprinsip menjaga nama baik: "Jangan sampai konsumen kecewa. Kalau asal-asalan demi untung, nama baik kita dipertaruhkan."

3. Market & Kepercayaan: Tembus Instansi Besar

Validasi kesuksesan bibit Mas Adi bukan kaleng-kaleng. Selain menjual lewat media sosial ke perorangan, bibit racikannya (Hijau Bibit) sudah menjadi langganan instansi:

  • Bekerja sama dengan Dinas Pertanian daerah untuk program penghijauan.

  • Dipercaya program CSR Pertamina, di mana ia pernah menyuplai hingga 3.000 batang bibit.

4. Efisiensi Lahan & Kerja

Mas Adi membuktikan bahwa "kantor" ternyaman adalah rumah sendiri.

  • Area pembibitan dibuat di samping rumah dengan atap sederhana.

  • Pemasangan lampu memungkinkan pengerjaan dilakukan malam hari (lembur santai sambil ngopi).

  • Lahan ukuran 20x20 meter saja sudah bisa menampung ribuan polybag bibit.

Kesimpulan Review

Usaha jual bibit tanaman, khususnya varietas unggulan lokal seperti Alpukat Ratu, memiliki High Profit Margin. Dengan modal biji sapuan dan ketelatenan menyambung (grafting), nilai jual tanaman meningkat berkali-kali lipat dibandingkan hanya menjual biji.

Bagi Anda yang punya sedikit lahan kosong dan hobi berkebun, jejak Mas Adi ini layak untuk ditiru. Kuncinya ada pada: Skill Grafting (Sambung Pucuk) dan Kejujuran Varietas.


Sumber Liputan: Channel Youtube Angga HJ - "Usaha Jual Bibit Tanaman | Cuman Dirumah Hasilnya Jutaan"


Posting Komentar untuk "Cuma Modal Halaman Samping, Mas Adi Raup Jutaan Rupiah dari Bisnis Bibit Alpukat Ratu"

jasa web
🚀 Mau Punya "Aset Digital" Sendiri?
Sama seperti pertanian, bisnis di era digital butuh "lahan" yang subur.
Saya membantu UMKM dan Profesional membangun Website & Landing Page yang cepat, rapi, dan siap panen orderan.

"Jangan biarkan calon pembeli tersesat ke lapak kompetitor hanya karena Anda tidak ada di Google."
BACA LEBIH LANJUT ➝